BukuYubiami Merajut Dengan Jari (plus Vcd) karya Lies Heryani. Merajut dapat menjadi salah satu kegiatan mengasyikkan untuk mengisi waktu luang. Tak melulu harus menggunakan hakken, dengan jari-jari tangan, Anda b
Buattusuk ganda untuk membuat syal. Kemudian buatlah chain stitch yang terhubung sebanyak 15 buah. Gunakan kait hakpen untuk mengambil benang dari depan ke belakang dan geser hakpen dengan dua lubang pertama, kemudian masukkan rantai ke-4. Kembali lakukan pengambilan benang dengan kait hakpen, setelahnya.
KumpulanSoal Tkb Cpns Pdf. Browse By Category
CaraMerajut Syal Untuk Pemula Beserta Tipsnya - D-Laundry By DROP® Sumber gambar :laundry.drop.id. merajut syal pemula untuk. Terbaik Dari Cara Merajut Tas Dari Benang Nilon - Ide Buat Kamu. Sumber gambar :ide-buat-kamu.blogspot.com. merajut benang nilon diatas. Pola Rajutan Jilbab - Hijab Casual. Sumber gambar :modelhijabcasual.blogspot.com
Pegangbenang menggunakan telunjuk dan ibu jari kedua tangan. Posisi yard end berada di sebelah kiri sedangkan yard ball di sebelah kanan. Lingkarkan benang mengitari jari telunjuk kiri ke belakang. Gunakan jempol kiri agar posisi benang tidak berubah. Lingkarkan kembali benang ke belakang hingga benang terletak di antara telunjuk dan jari tengah.
Balikkanbenda kerja. Ketik 3 lebih banyak loop di sepanjang tepi dan 3 yang tidak terlihat. Secara total, harus ada 9 loop pada jari-jari. Tiga putaran pertama dan terakhir diikat dengan jahitan garter dan membentuk tepi lateral. Posisikan penanda pada lingkaran tengah baris. Rajut syal dengan tangan Anda sendiri menggunakan skema "A".
zRHN. Teknik Merenda dengan Deriji Yubiami Teknik Merajut dengan Jari Yubiami May 27, 2022 Menganyam kian digandrungi, baik oleh wanita muda ataupun ibu-ibu kondominium janjang. Merenda tidak sekadar sebuah ketrampilan tangan menyusun benang, tapi juga yaitu kreasi yang sangat penting buat kesehatan pentolan guna mencegah kepikunan. Merajut nan dapat kita kenal umumnya menggunakan perkakas jarum pura dan bahan benang aneka warna. Namun, suka-suka satu teladan menganyam yang belaka menggunakan kepakaran deriji-jari tangan, yaitu disebut Yubiami. Perkenalan awal ini diambil bersumber perkenalan awal Yubi signifikan tangan, Amu berarti anyaman. Makara, Yubiami bermakna seni merajut benang dengan tangan. Inilah yang menjadi keunikan dari teknik merenda Yubiami, makin praktis. Dengan teknik Yubiami, Dia bisa menciptakan aneka rajutan yang mengganjur, seperti syal, topi, slipper, dan boneka sesuai kemampuan ketrampilan nan dimiliki. Bahan-bahannya mudah didapatkan di pasaran, merupakan berupa aneka benang bermacam-macam warna, seperti benang bulky, benang chenille, benang akrilik, utas furn yarn, dan untai twist. Perabot-radas apendiks yang dibutuhkan pun memadai tertinggal, yakni hanya jarum penyambung, pita pengukur, dan gunting. Selanjutnya, Anda tingga menguasi teknik pangkal sebelum memulai merenda dengan ujung tangan, yaitu teknik menciptakan menjadikan rantai yubiami, teknik membuat boneka, teknik membuat bunga untuk hiasan rakitan pura, teknik menambat rantai yubiami, dan pendirian membuat pom-pom. Ambillah cak bagi semua teknik tersebut Anda bisa mencontohnya secara mudah di internal buku Yubiami; Merajut dengan Jemari terbitan DEMEDIA. Setiap langkah-awalan teknik dan pembuatannya dilengkapi dengan rencana berwarna sehingga Anda boleh lebih mudah mengaplikasikannya seorang sonder bantuan makhluk tak. Selain itu, diberikan pula hipotetis-contoh pembuatan aneka rajutannya, mulai dari membentuk ulos rantai, syal pom-pom, syal boneka, ketopong pita pom-pom, tas tangan, boneka gajah, beross bunga, hingg sepatu tidur. Di kerumahtanggaan buku nan disusun Lies Heryani ini, dilengkapi pula dengan SVCD yang bisa diputar dengan DVD player. Melalaui CD ini, Beliau boleh menyaksikan secara okuler pembuatan aneka invensi eksemplar Yubiami di rumah Anda. Selamat berkreasi…!
Unduh PDF Unduh PDF Merajut adalah kerajinan tangan menyenangkan yang bisa Anda pelajari dan nikmati saat masih anak-anak. Anda bisa memanfaatkannya untuk membuat berbagai proyek berbeda, seperti kalung, selimut dan masih banyak lagi. 1 Ketahui apa yang bisa diharapkan dari setiap kelompok usia. Merajut menjadi lebih mudah bagi anak-anak saat mereka bertambah dewasa, tetapi pada dasarnya, setiap anak yang bisa menggunakan pensil dan duduk diam selama beberapa menit sudah cukup dewasa untuk belajar merajut.[1] Di antara usia 4 dan 8, anak-anak masih melatih kemampuan motorik mereka yang baik. Anda akan perlu pendekatan secara langsung untuk mengajar dan membiarkan anak menggunakan banyak waktu untuk mempelajari setiap keahlian sebelum beralih ke keahlian yang berikutnya. Di antara usia 9 dan 12 tahun, anak-anak bisa mulai belajar dan berlatih sendiri, tetapi Anda harus tetap berada di dekat mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan mendemonstrasikan teknik-teknik baru. Setelah anak-anak menjadi remaja, biasanya mereka bisa belajar sendiri dan senang bekerja tanpa pengawasan. 2 Demonstrasikan setiap teknik. Terlepas dari kelompok usia, biasanya paling mudah untuk mempelajari teknik saat teknik tersebut pertama kali dilakukan oleh orang lain. Jika Anda tidak bisa mendemonstrasikan teknik sendiri, cobalah temukan bimbingan video atau gambar yang menunjukkan dengan jelas dan perlahan bagaimana teknik tersebut dilakukan. 3Jelaskan setiap istilah saat Anda menggunakannya. Setiap kali Anda menggunakan istilah dalam merajut, Anda perlu menjelaskan arti istilah tersebut. Sebagian anak sulit untuk mengajukan pertanyaan, jadi Anda harus mencoba mengantisipasi bagian-bagian yang mungkin tidak jelas dan menyebutnya saat Anda mengajar.[2] 4 Ulangi baris rajutan. Mudah bagi pemula untuk melupakan cara memulai setelah mereka menyelesaikan apa yang mereka buat. Pengulangan adalah cara terbaik untuk membantu anak mengingat. Saat anak yang Anda ajari menyelesaikan baris pertama, dorong dia untuk membongkarnya dan membuatnya lagi dari awal. Sebagai pilihan lain, setelah menyelesaikan baris pertama, mulailah karya yang baru dari awal ketimbang melanjutkan dari yang lama. 5 Biarkan anak-anak mengekspresikan diri mereka sendiri. Biarkan anak yang Anda ajari melatih kreativitasnya dan bekerja dalam kecepatannya sendiri. Biarkan anak memilih dari rangkaian warna benang dan bahan sederhana yang bermacam-macam. Dorong anak untuk memikirkan proyek-proyek lain yang bisa dibuat dengan ikatan dan jahitan sederhana. Sebagian anak akan menikmati pengulangan teknik yang sama lagi dan lagi, sementara yang lainnya mungkin ingin beralih ke teknik yang baru secepat mungkin. Saat anak-anak dibiarkan untuk bergerak pada kecepatan yang mereka inginkan, biasanya aktivitas akan terasa lebih menyenangkan bagi mereka. 6 Bersikaplah positif dan bangga. Dengan memuji karya anak tersebut, Anda membantunya merasa bangga juga. Rasa pencapaian ini dapat membuat anak-anak lebih menikmati pengalaman belajar. Pujian secara lisan itu bagus, tetapi Anda bisa meningkatkan rasa senang dengan memotret anak dengan karyanya yang sudah selesai. Iklan 1 Pilihlah jarum rajut yang besar. Jarum rajut yang lebih besar lebih mudah untuk dipegang dan digerakkan, jadi itu adalah pilihan terbaik Anda saat masih mempelajari teknik-teknik dasar. Carilah jarum rajut H, I atau J. Jika Anda melihat jarum yang memiliki tanda menurut ukuran milimeter, itu berarti 5 mm, 5,5 mm dan 6 mm, secara berurutan. Anda bisa memilih jarum yang sedikit lebih besar atau sedikit lebih kecil, tetapi pastikan jarumnya terasa nyaman di tangan Anda. 2 Pilihlah bola benang. Carilah benang yang padat dan pilihlah warna apapun yang menarik bagi Anda. Saat belajar cara merajut di masa kanak-kanak, lebih baik menggunakan benang yang sederhana dengan warna yang padat. Hindari benang berpola sampai Anda selesai mempelajari teknik-teknik dasar. Benang dengan ketebalan halus worsted weight dan padat chunky/bulky weight adalah yang paling mudah untuk digunakan, terutama bagi pemula. Benang itu juga lebih cocok untuk digunakan dengan jarum yang lebih besar. Benang juga harus cukup halus. Untuk sementara, hindari untaian yang sangat halus karena itu bisa lebih sulit digenggam dan digunakan. 3Duduklah di daerah yang terang dan jelas. Duduklah pada lokasi meja dengan penerangan yang baik. Singkirkan setiap benda dari meja kecuali benang, jarum rajut dan gunting. Iklan 1 Lilitkan benang pada jari Anda.[3] Ambil ujung benang dengan tangan kiri Anda dan lilitkan pada dua atau tiga jari tangan kanan Anda, sehingga terbentuk lingkaran. Mulailah pada sisi telapak tangan Anda dan lilitkan benang pada jari telunjuk Anda. Lilitkan benang pada bagian belakang jari-jari Anda, melewati jari tengah atau jari manis, dan lingkarkan di sepanjang sisi telapak tangan Anda. Anda harus menciptakan lingkaran yang penuh dan menutup. Pegang lingkaran ini dengan ditutupi ibu jari pada tangan kanan Anda. 2 Tariklah benang melalui lingkaran. Gunakan tangan kiri Anda untuk mengambil benang di balik lingkaran. Tariklah benang ini melalui lingkaran, dimulai dari bawah sisi telapak tangan lingkaran menuju ke atas sisi ibu jari. Benang yang Anda ambil harus berasal dari sisi benang yang menempel dengan bola. Jangan mengambil dari ujung yang lepas. Setelah menyelesaikan langkah ini, Anda akan melihat lingkaran kedua terbentuk. Selipkan lingkaran benang pertama dari jari Anda setelah lingkaran kedua terbentuk. 3 Masukkan jarum rajut ke dalam lingkaran kedua. Selipkan bagian yang terkait dengan jarum rajut Anda ke dalam lingkaran kedua yang Anda buat. Tariklah benang yang tidak terikat di bawah lingkaran Anda untuk mengencangkan benang di sekitar jarum rajut. Lingkaran benang akan berukuran sepanjang 2,5 cm diukur dari atas jarum rajut Anda. Saat Anda menarik benang ke bawah, lingkaran pertama akan menjadi ikatan dan lingkaran kedua akan mendekat ke arah jarum rajut. Setelah benangnya terpasang dengan kencang pada jarum, Anda siap untuk mulai membuat jahitan. Iklan 1 Peganglah jarum rajut. Ambil jarum rajut dengan tangan kanan Anda jika Anda dominan pada tangan kanan atau tangan kiri jika Anda kidal. Peganglah seperti pensil atau pisau, dengan bagian yang mengait mengarah ke bawah dan menghadap Anda. Untuk memegang jarum rajut seperti pensil, putar tangan Anda ke samping dan saling tempelkan ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Pegang jarum dengan jari-jari ini, dengan membiarkannya memanjang melewati ujung jari Anda. Untuk memegang jarum seperti memegang pisau, turunkan tangan Anda, dengan telapak tangan Anda mengarah ke lantai, dan saling dekatkan ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Selipkan jarum ke dalam ruang di antara ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah Anda. 2 Peganglah benang di antara jari-jari Anda. Saat Anda membongkar benang, peganglah dengan kencang di antara jari telunjuk dan ibu jari pada tangan Anda yang tidak dominan tangan kiri jika tangan dominan Anda adalah tangan kanan; tangan kanan jika Anda kidal. Anda akan perlu mengambil benang dengan jarum rajut saat Anda membuat jahitan. Jangan gunakan jari-jari Anda untuk memelintir benang di sekitar jarum rajut. Iklan 1 Ambillah benang dengan jarum rajut Anda. Gunakan jarum Anda untuk mengambil benang. Saat Anda mengambilnya, pelintir jarumnya agar benang melilit di sekitarnya dalam arah jarum jam. Jika Anda memiliki kesulitan mengambil benang, tempatkan simpul di antara ibu jari dan jari telunjuk pada tangan Anda yang tidak dominan untuk menciptakan tegangan dan cobalah kembali. Peganglah benang dari sisi yang masih tersambung pada bola, bukan ujungnya yang lepas. Benang harus diselipkan ke dalam bagian yang terkait pada jarum rajut Anda. 2 Tariklah benang melalui lingkaran pada jarum rajut Anda. Dengan berhati-hati, tariklah benang yang dikaitkan pada jarum rajut Anda melalui lingkaran simpul yang sudah berada pada jarum rajut Anda. Saat Anda melakukan hal ini, lingkaran simpul akan menjadi jahitan rantai pertama Anda. Anda akan masih memiliki satu lingkaran pada jarum rajut Anda. 3 Ulangilah. Teknik yang Anda gunakan untuk menciptakan tusuk rantai pertama Anda adalah teknik yang sama dengan yang harus Anda gunakan untuk menciptakan tusuk rantai lainnya.[4] Buatlah tusuk rantai sebanyak yang Anda mau sampai Anda merasa nyaman dengan proses tersebut. Ambillah benang dengan cara yang sama setiap kali Anda ingin membuat tusuk rantai lagi. Untuk setiap tusuk rantai, Anda harus menarik benang melalui lingkaran yang sudah berada pada jarum rajut Anda. Jahitan yang baru akan terbentuk, dan lingkaran baru akan terlihat pada jarum Anda. Sekarang, Anda harus mencoba untuk melonggarkan jahitan rantai yang mudah terlihat. Cobalah juga untuk membuat setiap jahitan dengan ukuran yang sama. Iklan 1 Buatlah rantai dengan ukuran yang berbeda-beda. Anda bisa membuat berbagai macam proyek hanya dengan membuat rantai dengan ukuran yang berbeda-beda. Tentukanlah apa yang ingin Anda buat, kemudian buatlah rajutan yang cukup panjang untuk melilit apa yang perlu dililit. Contohnya, Anda bisa menggunakan rajutan rantai untuk membuat kalung, gelang, cincin, atau syal tak berujung yang tipis.[5] 2 Tutuplah rantainya. Setelah Anda membuat rantai yang cukup panjang, Anda akan perlu menutupnya menjadi sebuah lingkaran. Untuk menutup rantai, Anda akan perlu membuat jahitan istimewa yang dikenal sebagai tusuk selip. Dengan satu lingkaran masih berada pada jarum rajut Anda, masukkan ujung jarum melalui jahitan rantai pertama yang Anda buat. Ambil benang dengan jarum rajut Anda dengan cara yang sama Anda mengambilnya saat membuat tusuk rantai. Tariklah benang yang baru saja Anda ambil melalui jahitan dan melalui lingkaran benang pada jarum rajut Anda. Saat sudah selesai, rantainya akan membentuk cincin yang saling terhubung dan Anda akan melihat satu lingkaran pada jarum rajut Anda. 3 Kencangkan benang.[6] Sebelum Anda bisa mengerjakan proyek Anda, Anda perlu memotong dan mengencangkan benang untuk mencegah rantai terbongkar. Potong benang yang masih tersambung dengan bola. Sisakan sekitar 10 cm benang saat Anda memotong. Ambil benang yang longgar dengan jarum rajut Anda dengan cara yang sama Anda mengambil benang untuk tusuk rantai Anda. Tariklah benang yang baru saja Anda ambil melalui lingkaran pada jarum rajut Anda. Lanjutkan tarikan untuk membentuk ikatan yang kencang. Tidak boleh ada lingkaran yang berada pada jarum rajut Anda setelah ini selesai. Gunakan gunting untuk memotong benang berlebih. Selamat! Anda telah menyelesaikan proyek merajut sederhana. Iklan 1 Pelajarilah jahitan-jahitan tambahan. Saat Anda sudah merasa nyaman dan percaya diri dengan kemampuan Anda membuat rajutan rantai, Anda bisa mulai mempelajari lebih banyak jahitan yang lebih sulit. Setiap kali Anda berlatih jahitan yang baru, Anda akan perlu membuat fondasi rantai yang panjang terlebih dahulu. Anda akan perlu memasukkan jahitan-jahitan baru ini ke dalam lingkaran rantai Anda. Saat mempelajari jahitan baru, cobalah membuat banyak barisan menggunakan jahitan baru. Lanjutkan membuat barisan dari jahitan yang sama sampai Anda merasa nyaman dengan tekniknya. Setelah menguasai tusuk rantai dan tusuk selip, jahitan berikutnya yang harus Anda pelajari secara berurutan adalah Tusuk tunggal Tusuk ganda Tusuk rangkap tiga 2 Pilihlah pola proyek yang mudah. Setelah Anda melatih jahitan-jahitan dasar Anda, Anda bisa mulai menggunakannya untuk membuat proyek sederhana seperti selimut dan syal. Carilah pola rajutan yang tertulis untuk anak-anak karena petunjuknya akan lebih mudah untuk dipahami. Periksalah jahitan yang tertulis pada petunjuk sebelum Anda memulai. Pastikan Anda tahu cara untuk membuat semua jahitan yang dibutuhkan. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Benang tebal dengan warna sederhana Jarum rajut, ukuran H, I, atau J 5 mm, 5,5 mm, atau 6 mm Gunting Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Unduh PDF Unduh PDF Kadang-kadang peralatan seperti hakpen jarum rajut dan tumpukan benang rajut boleh jadi tidak terlihat sebagai sesuatu yang memiliki banyak potensi. Sebenarnya bila digunakan untuk merajut, kemungkinannya tak terbatas. Ikuti langkah-langkah sederhana berikut ini untuk belajar cara merajut dengan teknik crochet, dan dalam waktu singkat—layaknya seorang profesional—Anda akan dapat membuat sweter, selendang/syal, dan lap makan. 1 Kenali berbagai jenis benang rajut. Ada beragam jenis benang rajut yang dapat Anda gunakan. Jenis benang rajut yang Anda pilih tergantung pada jenis proyek yang sedang Anda kerjakan. Jika ini merupakan kali pertama Anda merajut, yang terbaik adalah memilih jenis benang paling sederhana, seperti benang rajut biasa dari katun atau benang rajut berbahan akrilik lembut soft acrylic. Pilihlah warna benang yang polos sehingga dalam belajar, Anda dapat melihat bagaimana tusukan dibuat—benang rajut yang berpola akan menyulitkan.[1] Benang rajut berbahan akrilik lembut soft acrylic Benang jenis ini sedikit lebih mahal dibandingkan benang rajut yang lain. Benang ini bagus untuk para pemula yang sedang belajar pola baru. Usahakan menghindari benang rajut yang sangat murah ketika Anda mulai membuat proyek untuk dihadiahkan, karena banyak benang rajut murah bertekstur kasar dan siapakah yang menginginkan syal yang kasar?. Benang rajut 100% katun 100% cotton Benang rajut katun bagus untuk membuat apa pun yang nantinya bisa sering dicuci misalnya lap piring. Benang jenis katun bersifat menyerap air dan mudah dicuci. Benang rajut hias novelty yarn Benang rajut jenis ini memiliki variasi paling banyak—sepanjang benang mungkin berbeda tekstur, warna, dll.—dan umumnya berharga paling mahal. Novelty yarn terbuat dari bahan wol yang sangat halus sehingga akan menghasilkan sweter ataupun selendang/syal scarf yang sangat nyaman dipakai. Ingatlah bahwa jenis benang rajut ini tidak dapat dicuci sesering benang katun. 2 Lihatlah label benang untuk menentukan ukuran hakpen. Belakangan ini, hampir setiap benang rajut memiliki label yang menjelaskan pada Anda hakpen ukuran berapa yang sebaiknya digunakan. Jika Anda belum memiliki hakpen dan saat ini adalah kali pertama Anda merajut, belilah hakpen dengan ukuran yang disarankan pada label benang yang akan Anda gunakan. Ukuran hakpen dinyatakan dalam milimeter atau bilangan pecahan dalam satuan inci. Sebagai aturan umum, semakin tebal hakpen semakin tebal pula ukuran benang yang diperlukan. 3 Pegang hakpen dengan cara yang paling nyaman bagi Anda. Meskipun tidak ada istilah “cara yang benar” memegang sebatang hakpen untuk merajut, namun ada dua cara dasar yang dapat dipilih tergantung manakah tangan Anda yang dominan. Memegang hakpen dengan cara yang kurang tepat dapat membuat tangan kram.[2] Gunakan hakpen dengan posisi Over-the Hook Peganglah hakpen sehingga gagangnya berada dalam genggaman, seperti halnya memegang pensil. Ibu jari harus berada di atas hakpen, sementara jari telunjuk dan jari yang tersisa menggenggamnya. Gunakan hakpen dengan posisi Under the Hook Peganglah hakpen seperti Anda memegang spatula/kape alat untuk mendempul atau pisau. Ibu jari harus berada di bawah hakpen, sementara jari telunjuk ditempatkan bersama jari yang tersisa. Iklan 1Buat tes contoh test swatch. Selama belajar, tegangan Anda mungkin berubah-ubah. Sebelum Anda mulai mempelajari sebuah pola, buatlah test swatch. Test swatch adalah mempratikkan jenis tusuk tertentu tanpa berusaha membuat bentuk apa pun—Anda sekadar berlatih cara melakukan tusuk sekaligus mencari tahu seketat atau selonggar apa tusuk yang Anda inginkan. 2 Membuat rantai chain. Setiap proyek rajutan dimulai dengan sebuah tusuk rantai chain stitch, atau pada petunjuk brosur/pamflet biasanya disingkat ch’. Berlatihlah membuat tusuk rantai ch kira-kira 10 sampai 15 menit per hari sampai Anda mampu menahan benang hingga tidak terlalu longgar ataupun rapat. Buatlah simpul hidup slip knot mengitari hakpen, dan lilitkan benang mengelilingi hakpen. Untuk membuat simpul hidup, buatlah sebuah simpul dengan benang Anda sehingga ekor benang tersebut menggantung di belakang simpul. Arahkan hakpen melewati lubang loop di bawah ekor itu dan kemudian kembali keluar dari lubang. Menarik ekor benang akan mengencangkan benang di sekeliling hakpen, membentuk sebuah simpul hidup slip knot.[3] Gunakan ibu jari dan jari tengah tangan kiri Anda jika Anda pengguna tangan kanan untuk memegang/menahan ujung dari simpul hidup. Gunakan jari telunjuk kiri untuk memandu benang dari belakang ke depan di sekitar pegangan hakpen. Gunakan kait hakpen untuk menarik benang melalui lubang yang sudah ada pada hakpen—sehingga satu rantai chain akan terbentuk. Ulangi proses yang sama untuk membuat tusuk rantai ch.[4] 3 Buatlah tusuk selip slip stitch atau disingkat sl st’. Tusuk ini dipakai untuk menghubungkan dua pekerjaan, mengikat tusukan, memperkuat bagian tepi atau membawa benang ke posisi berbeda tanpa memberi tambahan panjang. Buat tusuk rantai ch berisi enam rantai yang saling terhubung. Kemudian, masukkan hakpen ke rantai pertama yang Anda buat—sehingga akan terbentuk sebuah lingkaran. Rantai pertama adalah yang terjauh dari kait hakpen, yaitu yang pertama Anda buat. [5] Dengan tangan yang Anda gunakan untuk memindahkan benang bukan tangan dominan lilitkan benang pada hakpen dari belakang ke depan. Pada waktu yang sama, putarlah hakpen sehingga ujung kait hakpen itu mengarah pada Anda Tarik benang dan hakpen ke belakang melewati tusukan itu dan kemudian melewati lubang pada hakpen. Secara utuh ini disebut satu tusuk selip slip stitch/sl st. 4 Buat tusuk tunggal single crochet/sc. Buatlah lubang baru melewati rantai tetapi tidak melewati lubang yang sudah ada pada hakpen. Jadi, saat ini Anda memiliki dua lubang pada hakpen. Tarik sebuah lubang baru dari benang melalui kedua lubang tersebut sehingga menghasilkan satu lubang tunggal. Ulangi!Tusuk tunggal single crochet adalah jenis tusuk yang relatif rapat dan akan menghasilkan material rajutan yang lebih erat. 5 Tusuk ganda double crochet. Tusuk ganda double crochet/dc sangat cocok digunakan untuk membuat sweter dan syal karena jenis tusuk ini sedikit longgar dibandingkan jenis tusuk yang lain sehingga sweter yang Anda buat akan terasa lebih nyaman. Buatlah rantai chain/ch yang saling terhubung sebanyak 15 buah. Ambil benang dengan kait hakpen dari depan ke belakang yarn over. Geser hakpen yang berisi dua lubang pertama, masukkan ke rantai ke-4 dan ambil lagi benang dengan kait hakpen. Tarik dengan lembut benang yang melilit tersebut melalui tusuk rantai, bawa hakpen melewati rantai. Hasilnya Anda akan mempunyai tiga lubang pada hakpen. Ambil benang dengan kait hakpen dan tarik melewati dua lubang pertama pada hakpen. Ambil lagi benang kemudian tarik hakpen melewati dua lubang terakhir yang ada pada hakpen. Maka lengkaplah sudah double crochet’ yang Anda buat. Ulangi! Iklan 1 2Buat rajutan bentuk bundar. Merajut bentuk bundar memungkinkan Anda untuk berkreasi membuat berbagai objek berbentuk bundar, seperti topi dan alas/tatakan gelas. 3Buat rajutan bentuk persegi. Bentuk persegi granny square adalah bentuk rajutan yang memungkinkan nenek Anda menyelesaikan sebuah selimut dalam sekejap. 4Buat rajutan babut dari potongan-potongan kain. Apakah Anda memiliki baju dan selimut lama yang sayang untuk dibuang? Pertahankan kenangan akan barang-barang tersebut dengan membuatnya menjadi sebuah rug/karpet! 5Dukung gerakan go green dengan merajut sendiri penggosok piring. Membuat sendiri penggosok piring scrubber yang dapat digunakan terus-menerus akan memberikan sedikit sentuhan ramah lingkungan yang wajib kita perjuangkan. 6Ketahui cara merajut alas/tatakan doilly. Alas/tatakan bernuansa vintage akan menambah keanggunan benda apa pun yang diletakkan di atasnya, bahkan di atas meja yang penuh goresan sekali pun. Tambahkan sentuhan halus di rumah Anda dengan alas atau tatakan khusus ini. 7Apa yang lebih manis daripada seorang bayi yang memakai alas dada buatan sendiri? Jawabannya, bayi yang mengenakan alas dada untuk menahan air liur rajut buatan Anda. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Cari tahu semua yang Anda inginkan tentang Merajut dan Menyulam dalam kategori Merajut dan Menyulam wikiHow. Pelajari topik Cara Menjahit Lubang pada Pakaian, Cara Merajut, Cara Membuat Gaun Kertas lebih lanjut dengan panduan langkah-demi-langkah yang dilengkapi foto dan video. Artikel tentang CaraMendaur Ulang Kaus Kaki CaraMenganyam Keranjang CaraMenggunakan Mesin Jahit PAKAR CaraMenjahit Lubang pada Pakaian PAKAR CaraMenyulam Topi untuk Pemula CaraMenyulam Tusuk Silang CaraMerajut CaraMerajut dengan Jari CaraMerajut Kaus Kaki PAKAR CaraMerajut Persegi Nenek PAKAR CaraMerajut Selendang Bersambung PAKAR CaraMerajut Selimut Bayi CaraMerajut Syal CaraMerajut untuk Anak Anak CaraMerenda Tas dengan Mudah CaraMewarnai Renda CaraMembuat Double Crochet PAKAR CaraMembuat Gaun Kertas CaraMembuat Gelang Persahabatan CaraMembuat Gelang Persahabatan Chevron CaraMembuat Karpet dari Kain Bekas PAKAR CaraMembuat Setengah Tusuk Ganda
cara merajut syal dengan jari